PPISB Unsyiah Jadi Pembicara Pada Peringatan Hari Kesehatan Jiwa

2 Peneliti Muda PPISB Unsyiah yaitu Khalida Zia, dan Ramadhan menjadi pemateri pada peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia atau (HKJS) tahun 2018. Keduanya diundang menjadi pemateri karena memiliki pengalaman langsung dalam kegiatan sosial kepemudaan.

Peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia diperingati setiap 10 oktober, kegiatan ini diselenggarakan oleh Komunitas Griya Schizofren Aceh berkolaborasi dengan The Leader, pada 10-19 oktober kegiatan dimulai dengan Campaign Instagram dengan menggunakan hastag #JiwakuSehat dan seminar berlangsung di Hotel Kumala pada 20-21 Oktober 2018.

Pelatihan ini melibatkan 35 pemuda Aceh yang berusia 16-25 tahun dan berasal dari berbagai latar belakang pendidikan. Pelatihan ini juga melibatkan lima orang Disable People’s Organization (DPO) agar bisa berbaur dan sama-sama mengikuti pelatihan dengan nondifabel lainya.

Tema kegiatan pada tahun ini Young People and Mental Health in Changing World. Hal ini karena beberapa masalah tentang kesehatan jiwa banyak dialami oleh orang dengan usia muda namun sebagaian besar kasus tidak terdeteksi dan tidak diobati.

Dalam kesempatan ini Zia membawakan materi River of Life, peserta diajarkan untuk merefleksikan masa lalu mereka, merenungi kembali masalah dan solusi yang pernah mereka ambil sebagai gambaran untuk merancang masa depan dan belajar dari masalah yang sudah pernah terjadi.

Sementara Ramadhan fokus pada materi“Stigma terhadap kaum minoritas”, Selain itu peserta juga diajarkan bagaimana merasakan langsung menjadi seorang difable melalu role play “Negeri Difable” dan berdiskusi tentang kasus kesehatan jiwa.

“Kami dari CBM Indonesia berupaya menjembatani hubungan antara Dinas Kesehatan Aceh, Lembaga Swadaya Masyarakat seperti FBA, dan komunitas anak muda untuk sama-sama mengatasi masalah kesehatan jiwa di Aceh. Kolaborasi ini tentunya dapa membangun sinerg untuk mengurangi masalah kesehatan jiwa di Aceh, “ujar Indra Akbar selaku ketua perwakila CBM, di Aceh.

Para peserta juga sangat antusias mengikuti kegiatan ini, mulai dari campaign instagram yang ramai di media sosial hingga kegiatan seminar yang berlangsung dua hari ini membuat semangat baru dikalangan muda bangkit untuk ikut mengurasi permasalahan kesehatan jiwa di Aceh.

Seorang peserta, Irsan mengungkapkan, bahwa terkesan dengan kisah hidup teman-teman yang diceritakan dalam river of life, definisi hebat bagi saya adalah mereka yang menghargai dirinya sendiri dan mampu memberdayakan diri mereka,” kata Irsan.

Kegiatan peringatan hari kesehatan jiwa sedunia kali ini diselenggarakan atas kerjasama Griya Schizofren Aceh, The Leader, CBM Indonesia, Forum Bangun Aceh dan Dinas Kesehatan Aceh.

Bagikan Berita ini

Berita Lainnya